Bupati Landak Sentil Guru PPPK yang Malas Usai Diangkat, Minta Kepala Sekolah dan Forkopimca Awasi Disiplin

Penulis: Alfin Murtado  •  Rabu, 10 Juni 2026 | 17:20:31 WIB
Bupati Landak menegur guru PPPK yang dinilai menurun disiplin setelah pengangkatan.

SEKENDAL — Bupati Landak dr. Karolin Margret Natasa tidak segan menegur langsung para guru yang dinilainya lalai setelah resmi diangkat menjadi PPPK. Dalam sambutannya saat meresmikan SMPN 5 Air Besar, ia mengaku menerima laporan mengenai perubahan sikap sejumlah tenaga pendidik.

“Saya konfirmasi. Ah, tapi jangan bohong-bohong sama saya. Saya bisa tahu. Kan mata-matanya banyak. Ada Pak Kapolsek, ada Pak Camat, ada Pak Danramil, kan bisa lapor ke ibu bupati,” ujar Karolin di hadapan para guru dan perangkat desa, Rabu (10/6/2026).

Dari Rajin Jadi Malas Usai Jadi PPPK

Karolin menyoroti fenomena guru yang semula disiplin saat berstatus honorer, namun berubah setelah diangkat menjadi PPPK. Salah satu dalih yang kerap muncul adalah pemotongan gaji untuk cicilan kredit.

“Ah, tapi jangan bohong-bohong sama saya. Saya bisa tahu,” tegasnya mengingatkan agar profesionalitas tetap dijaga.

Target Wajib Belajar Sampai SMP

Selain soal kedisiplinan, Bupati Karolin juga menginstruksikan kepala sekolah, camat, dan perangkat desa untuk aktif menekan angka putus sekolah. Pemerintah menargetkan setiap anak di Kabupaten Landak minimal memiliki ijazah SMP.

“Karena pendidikan adalah modal awal, modal dasar dari anak-anak ini agar mampu bersaing di kehidupan yang akan datang. Jadi tukang ojek pun, Gojek pun, ndak mungkin buta huruf,” kata Karolin.

Fasilitas Sekolah Jorok, Bupati Kecewa

Kekecewaan lain diungkapkan Karolin terkait minimnya perawatan fasilitas fisik sekolah. Ia menyayangkan masih banyak bangunan sekolah yang dibiarkan kotor, papan nama hampir roboh, hingga toilet mampet yang tidak segera diperbaiki.

“Tahan WC sumbat bebau? Itu lembaga pendidikan ya. Lalu saya harus bilang apa gitu? Jangan berharap anak-anak kita akan tumbuh luar biasa kalau dari guru-guru, dari kepala sekolah enggak menunjukkan sikap dan teladan,” tuturnya.

Bupati Tes Baca dan Bahasa Inggris Siswa Baru

Di akhir acara, Karolin memanggil beberapa siswa baru ke panggung. Ia memberikan tes membaca, perkalian dasar, hingga kemampuan bahasa Inggris kepada Bayu dan teman-temannya yang duduk di kelas tujuh.

“Udah belajar bahasa Inggris belum kelas 7?” tanya Karolin. “Belum,” jawab Bayu polos, disambut gelak tawa dan motivasi dari bupati agar terus semangat belajar.

Peresmian SMPN 5 Air Besar ditutup dengan pembagian hadiah buku dan perlengkapan sekolah dari Bupati Landak kepada para siswa baru.

Reporter: Alfin Murtado
Back to top