PLN EPI Olah Limbah Sawit Jadi Bio-CNG, Listrik Rendah Karbon untuk PLTGU Belawan

Penulis: Wisnu Wardana  •  Selasa, 09 Juni 2026 | 13:42:14 WIB
PLN EPI mengolah limbah cair sawit menjadi bio-CNG sebagai bahan bakar pembangkit listrik rendah karbon.

KALIMANTAN BARAT — PLN EPI mengubah limbah cair pabrik kelapa sawit, atau Palm Oil Mill Effluent (POME), menjadi biometana. Gas ini kemudian dimurnikan menjadi bio-CNG yang siap digunakan sebagai bahan bakar pembangkit listrik.

Direktur Biomassa PLN EPI Hokkop Situngkir mengatakan pengembangan ini bagian dari upaya diversifikasi energi hijau dan percepatan transisi energi nasional.

"PLN EPI terus mendorong pemanfaatan limbah sawit menjadi sumber energi yang bernilai tambah," katanya dalam Forum Biometana yang digelar Direktorat Jenderal Energi Baru, Terbarukan dan Konservasi Energi Kementerian ESDM, Selasa (9/6/2026).

Ditargetkan untuk PLTGU Belawan

Produk bio-CNG itu direncanakan untuk memenuhi kebutuhan Pembangkit Listrik Tenaga Gas Uap (PLTGU) Belawan, Sumatera Utara. PLTGU ini memiliki kapasitas terpasang 1.184 MW dan berkontribusi 30 persen terhadap sistem kelistrikan Sumatera bagian utara.

Untuk merealisasikannya, PLN EPI menggandeng PT KIS Biofuels Indonesia, perusahaan yang telah mengembangkan teknologi pengolahan limbah cair sawit menjadi bio-CNG. Kerja sama ini juga melibatkan pemilik konsesi dan pabrik kelapa sawit sebagai pemasok bahan baku.

Berdasarkan data Badan Pusat Statistik (BPS), terdapat 327 perusahaan perkebunan sawit yang beroperasi di Sumatera Utara, dengan 237 pabrik kelapa sawit yang berpotensi menjadi sumber POME.

Mengubah Limbah Tanpa Nilai Jadi Ekonomi Hijau

Selama ini, limbah cair sawit kerap menjadi masalah lingkungan jika tidak dikelola dengan baik. Dengan teknologi biometana, gas metana yang dihasilkan dari proses pengolahan limbah ditangkap dan dimanfaatkan sebagai energi terbarukan, bukan dilepas ke atmosfer.

Hokkop menambahkan, langkah ini tidak hanya mengurangi ketergantungan pada energi fosil, tetapi juga membuka peluang ekonomi baru bagi pelaku industri sawit. Limbah yang sebelumnya tidak memiliki nilai jual kini bisa menjadi sumber pendapatan tambahan.

"Kami melihat peluang besar untuk memperluas pemanfaatan bio-CNG. Karena itu, PLN EPI terus membuka peluang kolaborasi dengan pabrik kelapa sawit agar potensi limbah yang selama ini belum dimanfaatkan secara optimal dapat diubah menjadi energi bersih yang bernilai ekonomi," ujarnya.

Melalui proyek ini, PLN EPI membangun ekosistem ekonomi hijau yang menghubungkan sektor perkebunan, industri pengolahan, dan ketenagalistrikan. "Langkah ini menjadi bukti bahwa transisi energi dapat berjalan beriringan dengan penciptaan nilai ekonomi, pengurangan emisi, dan peningkatan kesejahteraan masyarakat," sebut Hokkop.

Reporter: Wisnu Wardana
Sumber: liputan6.com This article was automatically rewritten by AI based on the source above without altering the facts of the original article.
Back to top