KALIMANTAN BARAT — Program pengeboran tahap awal ini mencakup enam titik dengan satu unit rig yang sudah beroperasi. Satu rig tambahan dijadwalkan mulai bekerja bulan depan untuk mempercepat eksplorasi.
Manajemen EMAS melihat peluang besar di bawah permukaan Tambang Emas Pani yang berlokasi di Kecamatan Marisa, Kabupaten Pohuwato, Gorontalo. Saat ini, perusahaan telah mengantongi estimasi sumber daya mineral sebesar 291,5 juta ton dengan kadar emas rata-rata 0,75 gram per ton — setara sekitar 7 juta ounce emas.
Yang menarik, sumber daya tersebut baru berasal dari area eksplorasi seluas 135 hektare. Angka itu hanya sebagian kecil dari total wilayah konsesi EMAS yang mencapai 14.670 hektare. Artinya, masih ada sekitar 99 persen lahan yang belum teruji secara detail.
"Seiring dimulainya produksi di Pani, Perseroan kini berada dalam posisi yang lebih strategis untuk melanjutkan pengujian potensi mineralisasi pada area yang lebih dalam," ujar Presiden Direktur EMAS, Boyke Abidin, dalam keterangan resmi.
Boyke menambahkan, program pengeboran ini dirancang fleksibel sehingga bisa diperluas jika hasil awal menunjukkan prospek positif.
EMAS tak hanya fokus di Pani. Di prospek Kolokoa, perusahaan telah menyelesaikan 54 lubang bor dengan total kedalaman 11.701,6 meter. Dalam waktu sekitar enam bulan dan biaya eksplorasi USD2,4 juta, mereka berhasil menetapkan target eksplorasi 20-40 juta ton dengan kadar emas 0,3-0,5 gram per ton.
Target itu dinilai bisa menjadi tambahan sumber daya yang memperkuat portofolio emas perusahaan. Estimasi awal sumber daya mineral Kolokoa dijadwalkan diumumkan pada kuartal II 2026.
Selanjutnya, pada semester II 2026, EMAS menyiapkan eksplorasi di area Lone Pine. Survei geofisika menggunakan teknologi Mobile Magnetotelluric dan survei magnetik udara berbasis helikopter akan berlangsung pada Juni-Juli 2026.
Seluruh hasil eksplorasi akan dilaporkan sesuai standar internasional JORC Code 2012 dan KCMI 2017, demi menjaga transparansi dan kualitas pelaporan sumber daya mineral.